
Dalam rangka memperingati Hari Kanker
Anak Sedunia, dilakukan edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat tentang pentingnya deteksi dini kanker pada anak oleh dr.Resa
Gratya, Sp.A, pada Rabu 14 Januari 2026.
Di Indonesia, diperkirakan terdapat sekitar
10.000–11.000 kasus baru kanker anak setiap tahunnya. Jenis yang paling sering
ditemukan antara lain leukemia (kanker darah), retinoblastoma (kanker mata),
neuroblastoma (kanker saraf), osteosarkoma (kanker tulang), limfoma (kanker
kelenjar getah bening), hingga tumor otak. Kabar baiknya, tingkat kesembuhan
kanker anak dapat mencapai 70–80% jika terdeteksi sejak dini dan mendapatkan
penanganan yang tepat.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara
lain benjolan yang tidak kunjung hilang, demam berkepanjangan tanpa sebab
jelas, anak tampak lemas, pucat, berat badan menurun, muncul lebam atau bintik
merah di tubuh. Karena gejalanya sering menyerupai penyakit biasa, orang tua
perlu lebih peka terhadap perubahan kondisi anak.
Pengobatan kanker pada anak dapat berupa
kemoterapi, radioterapi, hingga transplantasi sumsum tulang, yang memerlukan
proses panjang dan dukungan penuh dari keluarga serta lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat
semakin memahami tanda-tanda kanker pada anak serta memberikan dukungan moral
bagi anak-anak pejuang kanker dan keluarganya. Deteksi dini dan kepedulian
bersama adalah langkah penting untuk menyelamatkan masa depan mereka.
(icha)